Tampilkan postingan dengan label Tips Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Sukses. Tampilkan semua postingan

Mengungkap Rahasia Kesuksesan Orang Cina

 Mengungkap Rahasia Kesuksesan Orang Cina
 Mengungkap Rahasia Kesuksesan Orang Cina
Tidak dipungkiri lagi bahwa toko-toko atau perusahaan yang maju ternyata banyak di miliki oleh orang Cina. Mulai dealer otomotif, toko elektronik, spare part kendaraan bermotor, toko bahan bangunan, toko kain, toko roti, toko sepeda, toko obat dan lain sebagainya di dominasi oleh orang Cina.

Kenapa mereka begitu sukses dalam berusaha, padahal mereka tidak membawa apa-apa dari negerinya, dan mengapa orang pribumi pada umumnya tidak sesukses mereka. Bahkan banyak sekali orang pribumi menjual tanah hanya untuk menyambung hidup dan orang Cina membelinya untuk meningkatkan usahanya.

Ketika orang pribumi menjual tanah warisannya, mereka mendadak menjadi orang kaya. Mereka membangun rumah mewah, membeli mobil serta banyak barang-barang konsumtif lainnya. Namun setelah beberapa tahun, kehidupan mereka kembali seperti semula. Rumah mulai rusak tidak ada dana untuk memperbaiki, mobil terpaksa dijual, kembali nyari kerja untuk memenuhi kebutuhan  hidup keluarganya.

Hal ini sangat berbeda dengan kehidupan orang Cina. Mereka tidak membawa apa-apa dari negerinya, namun akhirnya mereka mampu membangun toko, membeli tanah, dan usahanya terus kembang dengan sukses. Apa yang membedakan antara orang pribumi dengan orang Cina ? Ternyata jawabannya adalah terletak pada mindset. Ya mindset atau pola pikir orang Cina berbeda dengan kita.

Mindset  Kunci Sukses Orang Cina

Inilah kunci keberhasilan mereka. Dengan memiliki mindset yang berbeda, menghasilkan tindakan yang berbeda, dan pada akhirnya hasilnya pun akan berbeda. Hal inilah yang harus dipelajari jika kita ingin sukses seperti mereka.

Ada beberapa pola pikir orang Cina yang diajarkan kepada generasi penerusnya selama bertahun-tahun, yang merupakan cikal bakal kesuksesannya sekarang. Sebenarnya kunci sukses ini mereka rahasiakan, hanya diajarkan kepada generasi penerusnya.

Tidak Kerja Artinya Tidak Makan

Hidup dalam perantauan di negeri orang, membentuk pribadi orang Cina menjadi tahan banting, artinya mereka sanggup bekerja keras, ulet, selalu berusaha dan tidak takut gagal. Bermodal dari nol, membuat tekad mereka menjadi kuat untuk bertahan hidup dan mengubah kehidupannya agar semakin sukses. Keinginan untuk selalu membahagiakan orang tua dan keluarganya menjadikan mereka bekerja lebih giat lagi.

Orang pribumi bekerja selama 8 jam saja sudah mengeluh, tapi orang Cina bisa bekerja selama 18 jam sehari, dan berdagang merupakan cara yang terbaik untuk menjadi kaya raya. Mungkin awalnya mereka menjadi karyawan dulu, namun sebenarnya tujuannya adalah mempelajari sistimnya, dan setelah pengalamannya dirasa cukup, mereka akan membuka usaha sendiri.

Uang Yang Didapat Digunakan Untuk Menghasilkan Uang Lebih Banyak Lagi

Perbedaan dengan orang pribumi yang selalu membeli barang konsutif, orang Cina begitu mendapatkan uang, mereka akan berpikir, bagaimana caranya agar uang ini bertabah lebih banyak lagi. Hanya 20% uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bukan memenuhi keinginannya, 20% lagi ditabung untuk masa depannya, sisanya 60% digunakan untuk menambah usaha.

Beda halnya dengan kita orang pribumi, begitu mendapat uang, kita gunakan untuk foya-foya, baru pertengahan bulan uang sudah habis, tidak ada tabungan apalagi menambah usaha, seringkali uang yang didapat hanya digunakan membayar bunga kredit / cicilan.

Begitu Melihat Peluang Langsung Diambil

Mereka orang Cina pandai sekali melihat peluang. Begitu melihat peluang, langsung mereka ambil. Prinsipnya siapa cepat dia dapat, tidak banyak perhitungan, karena mereka tidak takut gagal. Jika mereka gagal, kegagalan tersebut digunakan sebagai batu loncatan untuk bangkit lagi. Karena dari kegagalan tersebut mereka belajar untuk memperbaiki diri, dan menemukan solusi lebih baik lagi menuju kesuksesan mereka.

Beda dengan kita yang selalu banyak perhitungan, karena kita takut duluan, takut jika usaha kita mengalami kegagalan. Karena takut akan kegagalan membuat usaha yang direncakan tidak pernah dijalankan.

Berawal dari keinginan yang kuat untuk mengubah nasib, segera bertindak, tidak takut gagal, selalu bekerja keras, sabar dan tekun, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa sukses.

Kebiasaan Menunda Sabotase Goal Anda

Kebiasaan Menunda Sabotase Goal Anda
Kebiasaan Menunda Sabotase Goal Anda
Semua orang selalu menginginkan kesuksesan, sukses membangun karir, sukses membangun usaha,  sukses dalam keluarga maupun dalam bermasyarakat. Nah untuk mencapai kesuksesan tersebut, pertama-tama Anda harus memiliki impian, goal Anda. Bayangkan betapa menyenangkannya jika goal Anda tercapai.

Namun bagaimana jika goal Anda tidak berhasil, tidak sesuai dengan rencana yang telah Anda pikirkan? Maka muncullah rasa keragu-raguan, perasaan khawatir, perasaan takut kalau goal tidak tercapai. Perasaan ragu-ragu, khawatir, takut dan perasaan-perasaan negatif lainnya akan memunculkan rasa keengganan untuk melakukan tindakan atas rencana-rencana yang telah ditentukan. Perasaan enggan terjadi karena Anda takut duluan akan resiko yang akan terjadi saat goal tidak tercapai.

Ketakutan akan resiko ini menyebabkan Anda tidak akan berani melakukan apapun, karena dengan tidak melakukan apapun, merupakan hal yang paling aman sehingga resiko tidak terjadi. Namun akhirnya Anda tidak akan melakukan apa-apa tidak akan kemana-mana dan tidak akan terjadi apa-apa. Goal pun tidak tercapai.

Perlu anda ketahui bahwa menunda adalah salah satu bentuk ketakutan akan kesuksesan itu sendiri. Anda menunda sebenarnya Anda takut terhadap konsekuensi kesuksesan tersebut.  Untuk mencapai kesuksesan di butuhkan kerja keras, take action, bukan hanya angan-angan belaka. Sungguh suatu hal yang berat yang membuat Anda jauh lebih mudah jika menundanya.

Sampai kapan menundanya ? Sampai jalan menuju kesuksesan tersebut mudah atau ringan,  namun setelah ditunda-tunda ternyata tidak pernah menjadi mudah. Hidup terus berjalan, umur makin bertambah, akhirnya sampai tuapun, sukses tidak tercapai. Setelah tua kalau ditanya “Kapan suksesnya?” jawabannya adalah “Suatu saat nanti”.

Agar lebih jelas Anda ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu seseorang yang mengalami kegemukan dan ingin menurunkan berat badannya tetapi tidak berhasil. Dia memiliki goal yaitu berat badannya kembali ideal, tetapi goal saja tidak cukup. Harus berani take action, berani bertindak, dan tindakan ini tidak mudah. Dia harus menjaga pola makannya, yang biasanya makan makanan enak-enak kini harus diet, pantang makan makanan enak-enak, mau menahan rasa lapar yang luar biasa, yang dulunya dia malas berolah raga kini harus dan harus  rajin berolah raga.

Tentu actionnya jauh lebih berat khan, berhenti makan makanan enak padahal sudah di depan mata bagi beberapa orang sulitnya bukan main. Menahan rasa lapar bagi beberapa orang sepertinya mau sekarat  saja. Benar-benar susah. Tentu hal ini sulit, dan menyakitkan. Bagaimana kalau sudah susah-susah action tapi tidak berhasil juga? Nah, pikiran itulah yang justru timbul yang membuat orang tersebut hanya memiliki angan-angan untuk menurunkan berat badan tetapi tidak pernah melakukan diet yang sebenarnya.

Tips Managemen Emosi untuk Mencapai Kesuksesan

Dari uraian tersebut kita simpulkan bahwa tindakan kita sangat dipengaruhi oleh dua hal, yaitu rasa sakit dan rasa senang. Seperti teori  yang dikemukakan oleh Sigmun Freud seorang ahli psikologi bahwa kedua motif emosional ini sebagai pembentuk tingkah laku seseorang. Coba anda lihat perilaku anda, kalau tidak mendapatkan suatu rasa senang atau nyaman pasti menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Nah dari kedua rasa inilah akan kita modifikasi untuk meraih kesuksesan kita. Berikut tipnya:
  1. Pertama, hubungkan goal Anda dengan hal yang menyenangkan, bukan sebaliknya. Bayangkan bagaimana rasanya jika cita-cita Anda berhasil, diet Anda tercapai, kesenangan apa yang Anda dapatkan.  Bayangkan secara spesifik yang mampu membuat hati anda tersentuh mengapa anda perlu melakukan hal tersebut.
  2. Kedua, bayangkan rasa sakit jika Anda tidak melakukannya. Tanyakan pada diri anda apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukannya. Memang Anda akan menemui resiko saat melakukannya tetapi jika tidak melakukannya pun Anda tetap menemukan resiko yang lebih besar lagi.  Apa akibatnya jika Anda tidak melakukan apapun ?
  3. Ketiga, jangan ditunda lagi, segera take action. Jika Anda mampu mengatur kedua rasa ini secara optimal, anda akan melihat diri anda mulai bergerak mewujudkan apa yang selama ini goal yang ingin anda capai.
Jadi emosi Anda baik pain dan pleasure merupakan penggerak utama dalam mencapai kesuksesan maupun kegagalan mencapai goal Anda. Maka berhati-hati lah mengelola emosi yang ada dibalik impian maupun cita-cita Anda. Tanpa managemen yang benar maka justru emosilah yang dapat menghambat Anda dalah mencapai tujuan.